CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Thursday, 28 January 2010

Menghadapi kuatnya kecenderungan menggejalanya teknologi sebagai kekuatan otonom (J. Ellul) sehingga melahirkan teknokrasi dan akhirnya menjelma sebagai teknopoli (N. Postman), manusia masa kini akhirnya berhadapan dengan berbagai tuntutan dan tantangan yang ditimbulkan hasil ciptaannya sendiri, yaitu teknologi. Betapapun canggihnya, setiap teknologi adalah hasil daya cipta manusia.

Sejak bergulirnya era industrialisasi, maka selama dua abad terakhir dari milenium ke-2 ini kita tidak hanya menyaksikan teknologi maju secara konsisten, melainkan juga melaju melalui lompatan dan terobosan (leaps and breakthroughs), teristimewa pada lima puluh tahun terakhir abad ke-20 ini. Kemajuan teknologi begitu pesatnya, sehingga nyaris tiada bidang kehidupan manusia yang bebas dari terpaan dampaknya, cepat atau lambat dan langsung atau tak langsung. Perkembangan industrialisasi yang didukung oleh kemajuan teknologi itu pula yang mengawali produksi sesuatu secara massal (mass production) dan tidak mungkin tertandingi oleh produktivitas yang diandalkan semata-mata pada kemampuan manusia.
Kalau direntang dalam periode sejak terjadinya revolusi industri hingga akhir abad ini, maka dua ciri menonjol dalam kinerja produksi ialah prosesnya yang digerakkan melalui mechanization and automation. Berbagai kegiatan manusia yang bersifat produktif berangsur-angsur diambil alih oleh kedua daya tersebut, bahkan dengan kemampuan yang berlipat ganda. Sejalan dengan meningkatnya kemampuan produktif itu pula maka makin kuat dukungan untuk produksi yang bersifat massal.
Kalau periode pertama sejak terjadinya Revolusi Industri ditandai oleh diambilalihnya berbagai fungsi manusia yang berupa kemampuan fisik, maka dalam lima puluh tahun terakhir ini fungsi manusia yang berupa kemampuan mental juga mulai diambil alih oleh teknologi. Teknologi komputer menjadi ilustrasi yang tepat untuk menunjukkan betapa teknologi pun berkesanggupan untuk menjadi perpanjangan atau pengganti kemampuan fungsi mental pada manusia. Maka dalam dua dasawarsa terakhir abad ini banyak pakar yang bersibuk diri dengan studi tentang apa yang dewasa ini terkenal dengan istilah artificial intelligence.
Gambaran komprehensif dan kritis tentang artificial intelligence dapat diperoleh dari buku Raymond Kurzweil, The Age of Intelligent Machines, yang menghimpun pendapat sejumlah pakar mengenai perkembangan intelligent machines. 


Menjadi Surplus
Begitu eratnya keterjalinan antara manusia dan teknologi sebagai perpanjangan kemampuannya, sehingga yang asalnya merupakan minus dari kemampuannya (ability), bisa dikembangkan menjadi surplus bagi kesanggupannya (capability). Menurut fitrahnya manusia tidak mampu terbang, namun dengan teknologi dia mampu terbang, bahkan tinggal beberapa lama di angkasa luar; pertemuan tatap-muka (face-to-face) secara berhadapan juga dapat dilaksanakan dalam jarak amat jauh melalui tatap-citra (image-to-image).
Banyak lagi yang bisa dicontohkan sebagai ilustrasi untuk menunjukkan betapa teknologi telah memungkinkan terjadinya transformasi mendasar dan berskala luas –bahkan nyaris sulit dibatasi– dalam peri kehidupan manusia dan kemanusiaan. Transformasi tersebut juga telah menimbulkan perubahan dalam berbagai pola hubungan antar-manusia (patterns of human relations), yang pada hakikatnya adalah interaksi antar-pribadi (interpersonal relations) dan bersifat hubungan intersubjektif.
Seiring dengan kemajuan teknologi, ruang dan waktu sebagai dimensi eksistensial juga berubah secara kuantitatif maupun kualitatif, terutama oleh faktor kekuatan (power) dan kecepatan (speed); kedua faktor ini makin meningkat pengaruhnya seiring dengan berlanjutnya pemutakhiran dan pencanggihan teknologi. Pengaruh faktor kekuatan dan kecepatan itu terutama mencuat dalam perkembangan teknologi transportasi serta komunikasi dan informasi.
Dalam kaitan ini, kiranya secara khusus perlu dicermati perkembangan teknologi yang menunjang kesanggupan untuk menyebarkan informasi dengan daya jangkau global. Teknologi ini menerpa kita dengan bahan informasi secara bertubi-tubi serta melintas dengan kecepatan tinggi sekali lewat jaringan global yang diibaratkan sebagai super-highways. Kedua faktor itu pula yang menambah nilai efisiensi, sehingga keterlambatan penguasaannya niscaya juga berarti ketertinggalan dalam laju proses modernisasi. 


Melampaui Kemampuan Manusia
Terpaan stimuli berupa bahan informasi yang berlangsung secara segera (instant) dan serentak (simultaneous) itu sangat jauh melampaui kemampuan manusia untuk menyerap dan mengendapkannya, kecuali dengan dukungan teknologi yang sepadan pula. Terwujudnya jaringan internet merupakan ilustrasi yang mengukuhkan betapa besar dampak mondial yang dapat ditimbulkan oleh kemajuan teknologi yang mendukungnya. Internet telah memberi wujud bagi keterbukaan dalam arti luas; keterbukaan berbagai sumber untuk memperoleh informasi, keterbukaan untuk menyebarkan informasi (tentu bisa juga yang bersifat mis- atau dis-informasi), keterbukaan menjalin komunikasi untuk berbagai kepentingan dari yang paling pribadi dan subjektif hingga yang paling lugas dan objektif.
Dari berbagai kenyataan yang menggejala dewasa ini makin nyatalah keberhasilan teknologi memberi struktur pada dunia manusia sebagai gelanggang akbar, yang diringkas sebagai suatu matriks interaksi. Sebagai konsekuensinya, tampaknya mustahil untuk mencegah kecenderungan akan menggejalanya berbagai pola baru dalam perilaku manusia, khususnya dalam interaksi antarpribadi yang mestinya berciri intersubjektif.
Perikehidupan manusia yang ditandai tempo-hidup (life-space) yang kian meninggi, berjalan seiring dengan dihayatinya ruang-hidup (life-space) yang kian menyempit karena meningkatnya keterjalinan manusia ke dalam berbagai jaringan interaksi. Anehnya, makin derasnya banjir informasi yang menerpa manusia pada analisis akhirnya berakibat terjadinya pemiskinan kemampuannya untuk menyimpan (retention) bahan informasi yang diterimanya dan juga kemampuannya untuk menampilkan kembali (retrieval) kesan-kesan yang tersimpan padanya. Namun, kedua kemampuan tersebut pun dapat digantikan oleh teknologi yang sepadan.
Maka dapat dimengerti kiranya, kalau dewasa ini makin kuat pula kecenderungan untuk memperbandingkan — bahkan menyamakan — fungsi otak manusia dengan komputer. Michael W. Eysenck dalam hubungan ini menyatakan: “Information processing in people resembles that in computers”. Kalau demikian halnya, maka tidak tertutup kemungkinan, bahwa dalam jangka panjangnya proses tersebut sebagian besar (atau sepenuhnya?) bisa diambil alih oleh kemampuan komputer yang makin dipercanggih.
Sebagai kelanjutan dari penerapan teknologi modern timbul pula keharusan untuk memperbarui berbagai tatanan yang ditujukan pada adanya keteraturan dalam kinerja manusia, secara individual maupun kolektif. Dalam kaitan ini makin menonjollah arti penyusunan organisasi dan perancangan sistem. Maka tidaklah mengherankan kalau serempak dengan penerapan teknologi modern, keterlibatan manusia dalam organisasi dan keterikatannya pada sesuatu sistem menjadi imperatif yang sulit disanggah. Bahkan boleh jadi manusia modern tidak punya pilihan lain bagi aktualisasi dirinya, kecuali melalui keterkaitannya ke dalam organisasi dan sistem tertentu yang secara apriori meletakkan berbagai rambu-rambu bagi perilakunya.
Rambu-rambu itu diperlukan antara lain demi terjaminnya disiplin kerja, fungsi birokrasi, kepatuhan hierarki, sinkronisasi, dan koordinasi antarsatuan kerja, kesinambungan arus masukan dan keluaran guna menjamin kelancaran kinerja, efektifnya pengawasan, dan pengendalian mutu, dan sebagainya. Kesemuanya ini menimbulkan tuntutan bagi diterapkannya suatu cara untuk mengelola keseluruhan organisasi dan sistem yang bersangkutan; tuntutan itu dipenuhi dengan diberlakukannya suatu ragam tata laksana kerja yang lazimnya disebut manajemen.
Sebagai unsur dalam organisasi dan sistem yang harus berjalan optimal demi mencapai sasaran tertentu, maka manusia terpaksa harus siap mengalami reduksi diri karena dibatasinya perannya sebagai salah satu unsur belaka dalam sesuatu konfigurasi fungsional. Sebagai unsur fungsional dia bisa saling dipertukarkan (interchangeable) atau bahkan diganti (replaceable).
Dalam era teknologi, pertukaran, maupun pergantian itu semakin mungkin dilakukan melalui substitusi manusia oleh peralatan. Kenyataan ini pun akan merupakan tantangan yang tidak mudah diatasi, bahkan berpengaruh memperumit masalah kesempatan kerja, karena meningkatnya jumlah pencari kerja yang timbul serentak dengan makin menyempitnya kesempatan kerja sebagai akibat makin terbukanya kemungkinan substitusi manusia oleh peralatan. Perlu ditambahkan bahwa kemajuan teknologi menuntut terisinya kesempatan kerja terutama berdasarkan profesionalisme dan expertise semutakhir mungkin. Tantangan ini tidak mudah dipenuhi, karena penguasaan sesuatu bidang keahlian juga harus berpacu dengan laju teknologi itu sendiri. 


Teknokrasi dan Teknopoli pada Teknologi
Implikasi kemajuan teknologi berbeda dengan perkembangan ilmu. Dalam bidang ilmu, sesuatu tesis baru tidak dengan sendirinya berarti gagalnya keabsahan atau berlakunya tesis lama, sekalipun dirumuskan sebagai anti-tesis. Begitu pula, sesuatu teori baru tidak harus berarti usangnya teori terdahulu, meskipun disajikan sebagai kontra-teori. Beberapa tesis atau teori bisa saling bertahan dalam juxtaposisi dan masing-masing penganutnya tetap mempertahankan keabsahannya; bahkan sesuatu tesis atau teori lama bisa dimunculkan kembali
Sedang kemajuan teknologi ditandai oleh susul-menyusulnya proses pemutakhiran dan pengusangan. Setiap kali sesuatu teknologi dimutakhirkan selalu membawa konsekuensi dianggap usangnya pendahulunya. Kendatipun rentang masa hidupnya berbeda-beda, namun setiap teknologi mutakhir akan menjadikan pendahulunya tertinggal dan akhirnya usang.
Memperhatikan pesatnya laju kemajuan teknologi secara kuantitatif dan kualitatif dewasa ini, maka sangat boleh jadi daur pemutakhiran dan pengusangan itu akan terjadi dalam jangka waktu yang semakin singkat. Makin pesat laju kemajuan dalam sesuatu bidang teknologi, makin cepat pula berlansungnya susul-menyusul antara pengusangan dan pemutakhiran. Proses ini dapat digambarkan antara lain melalui kemajuan teknologi komputer dalam beberapa tahun saja belakangan ini. Sebagai konsekuensinya, usaha untuk menguasai teknologi yang terus-menerus mengalami pemutakhiran itu menuntut berkesinambungannya pelatihan dan pelatihan-ulang.
Menyaksikan kemajuan teknologi ini, Jacques Ellul berkesimpulan bahwa teknologi dalam zaman modern ini semakin berkembang sebagai autonomous force. Sebagai daya yang terus-menerus maju-dengan-pemutakhiran, akhirnya teknologi tampil sebagai kekuatan (kratos) yang dominan dalam kehidupan modern dan pascamodern. Teknologi yang asal mulanya diciptakan sebagai perpanjangan bagi kemampuan manusia, lambat-laun berbalik menjadikan manusia sebagai perpanjangannya, apalagi oleh makin bertambahnya ketergantungan manusia pada penyertaan teknologi dalam berbagai bidang kehidupannya.
Dominasi teknologi sebagai kekuatan yang makin berpengaruh dalam mengendalikan peri kehidupan manusia dan kemanusiaan itu oleh sejumlah filsuf akhir abad ini disebut sebagai gejala teknokrasi. Keterbiasaan manusia modern untuk hidup “bergandengan” dengan teknologi nyaris menjadi ketergantungan, sehingga kegagalan teknologi bisa bersifat katastrofal. Perhatikan apa kosenkuensinya, jika di Jakarta ini tiba-tiba putus semua aliran listrik.
Teknokrasi membawa berbagai konsekuensi terhadap kehidupan manusia umumnya, secara individual maupun kolektif. Sejalan dengan kemajuan teknologi dan makin menggejalanya teknokrasi, makin banyak pula pola dan kecenderungan baru yang muncul sebagai tanggapannya. Berubahnya pola interaksi antar-manusia dimungkinkan oleh intervensi peralatan; pola kerja pun berubah oleh dimungkinkannya substitusi unsur manusia oleh mesin, pembakuan sebagai ciri yang melekat pada peralatan berlanjut dengan tindakan penyeragaman (uniformity) terhadap keanekaragaman (pluriformity) sebagai kenyataan manusiawi.
Dengan pembakuan dan penyeragaman itu terbukalah kesempatan untuk pemassalan berbagai karya manusia dengan dukungan peralatan yang makin meningkat kesanggupan dan kecanggihannya untuk mengganti manusia sebagai potensi kerja.
Kiranya tidak berlebihan untuk menyatakan, teknologi dan teknokrasi niscaya akan membawa perubahan pula dalam gaya hidup manusia dan masyarakat modern. Jika demikian halnya, maka tidak keliru pula untuk menyatakan bahwa dominasi teknologi dan teknokrasi akan berlanjut dengan berseminya budaya baru yang melahirkan berbagai nilai baru pula yang cenderung menjadi acuan perilaku manusia modern dalam berbagai pola interaksi dengan sesamanya.
Dengan lain perkataan: di samping berdampak struktural pada perikehidupan manusia, teknologi dan teknokrasi juga membangkitkan proses kultural dalam masyarakat yang diterpanya. Inilah gejala yang oleh N. Postman disebut technopoly, yang olehnya digambarkan sebagai berikut: Technopoly is a state of culture. It is also a state of mind. It consist in the deification of technology, which means that the culture seeks its authorization in technology, finds its satisfactions in technology, and takes its orders from technology. Maka yang menjadi masalah ialah sejauh mana sesuatu masyarakat siap memasuki zaman yang ditandai oleh supremasi teknologi dan teknokrasi sebagai daya pembangkit budaya baru tanpa merapuhkan ketahanan budayanya sendiri. 


Konformisme Perilaku
Lepas dari penilaian sejauh mana budaya baru itu tampil sebagai budaya-sandingan (sub-culture) atau budaya-tandingan (counter-culture) dalam hubungannya dengan budaya asli sesuatu masyarakat, kehadiran budaya baru itu sedikit banyak niscaya akan berpengaruh terhadap konformisme perilaku yang telah membudaya dan cukup mantap dalam masyarakat tertentu. Konformisme perilaku erat kaitannya dengan persepsi nilai kebudayaan dan norma kemasyarakatan sebagai acuan yang cukup menyeragamkan perilaku warga masyarakat yang bersangkutan. Maka kehadiran suatu budaya baru mudah menimbulkan gejala heteronomi yang mungkin menjadi sebab timbulnya kekaburan atau kegoyahan sumber konformisme perilaku termaksud.
Dalam masyarakat dengan teknologi maju cukup banyak contoh yang menunjukkan betapa heteronomi bisa mengakibatkan munculnya berbagai perwujudan perilaku menyimpang — bahkan bersifat ekstrem — yang bisa berakibat pertentangan antar-lapisan dan antar-golongan dalam masyarakat. Beberapa perilaku menyimpang itu bisa berwujud pelarian untuk menghindar dari pengaruh budaya baru, mungkin berupa pencemoohan sambil memperkenalkan sumber nilai lain sebagai alternatif (misalnya mistik, metafisik).
Kalau benar bahwa sejalan dengan dominasi — apalagi glorifikasi — teknologi cenderung muncul budaya baru, maka bidang yang sangat penting pengaruhnya dalam hubungan ini ialah peran teknologi transportasi serta komunikasi dan informasi. Melalui bidang-bidang ini meningkatlah pertemuan antar-budaya secara kuantitatif dan kualitatif, dan sejalan dengan itu semakin melaju pula berlangsungnya berbagai proses pembudayaan yang berskala mondial.
Pertemuan antar-budaya tersebut seharusnya menjadi kesempatan saling-pengayaan wawasan pihak-pihak yang saling bertemu (mutualy insight-enhancing). Namun proses tersebut dalam kenyataannya dewasa ini lebih berlangsung sebagai arus satu arah, yaitu berlangsung sebagai banjir informasi dari pusat informasi global dengan dukungan teknologi canggih yang bebas melampias ke kawasan dengan penguasaan teknologi yang relatif tertinggal.
Pencanangan berlakunya Decade of Cultural Development oleh PBB mulai tahun 1988 untuk memperkukuh ketahanan budaya bangsa-bangsa dalam saling pertemuannya, ternyata tidak banyak artinya guna mencegah terjadinya arus pengaruh sepihak akibat terpaan proses pembudayaan yang berasal dari pusat-pusat global. Maka pada analisis ini akhirnya kita perlu membuat antisipasi tentang kemungkinan terjangkitnya gejala alienasi budaya disertai distorsi nilai-nilainya. 


Perlu Dibenahi
Uraian di atas ini mungkin sekali mengesankan sikap negatif terhadap teknologi dan teknokrasi dalam perikehidupan manusia dan masyarakat. Kesan itu perlu segera dibenahi. Tujuan penyajian berbagai konsekuensi dari dominasi teknologi dan menguatnya gejala teknokrasi ialah agar kita tidak gampang terseret oleh sikap glorifikasi terhadap teknologi dan hasrat untuk serta-merta menerapkannya.
Maka menyambut kenyataan tersebut kita perlu senantiasa menyadari bahwa betapa pun majunya teknologi, sebagai hasil karya manusia adalah perpanjangan bagi kemampuannya, dan bukan sebaliknya menjadikan manusia sebagai perpanjangannya. Betapa pun lompatan dan terobosan menandai kemajuan teknologi, manfaatnya harus diukur dari sejauh mana martabat dan kesejahteraan manusia terangkat olehnya, dan bukan sebaliknya berakibat pudarnya nilai-nilai manusiawi.
Itu sebabnya sejumlah filsuf menjelang peralihan abad ini memperingatkan, agar kemajuan teknologi tidak berakibat dehumanisasi dan despiritualisasi dalam perikehidupan manusia. Sebab betapa pun, manusia adalah pusat orientasi bagi dirinya; maka nilai kemanusiaan harus senantiasa diunggulkan di atas teknologi yang notabene merupakan hasil ciptaannya sendiri.
Dalam kegandrungan untuk menguasai dan menerapkan teknologi modern, sebaiknya kita juga menyisihkan waktu untuk mengamati munculnya berbagai gejala budaya baru dalam masyarakat yang telah menerapkan teknologi mutakhir dalam perikehidupannya. Dalam hubungan ini mestinya kita lebih dari sekadar melakukan studi dampak belaka; kita pun perlu mencurahkan perhatian pada studi perbandingan yang hasilnya bisa menjadi pedoman untuk kepentingan antisipasi terhadap berbagai risiko dan kontroversi yang boleh jadi akan menyertai penerapan sesuatu teknologi, sebagaimana misalnya terjadi dalam pengembangan dan penerapan teknologi nuklir dewasa ini, atau teknologi yang dikembangkan untuk memungkinkan dilahirkannya manusia unggul lewat eugenika — dan akhir-akhir ini juga melalui cloning — demi membangun a brave new world.

Sunday, 6 December 2009

Air terjun Victoria

Victoriafälle.jpg
Air terjun utama di Air terjun Victoria
Tinggi 108 m
Jumlah terjunan 1
Kecepatan aliran rata-rata 1088 m³/s (38,430 cu ft/s)

 Air terjun Victoria merupakan salah satu air terjun paling spektakuler di dunia. Air terjun ini terletak di Sungai Zambezi, yang pada saat ini membentuk perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. Air terjun ini memiliki lebar kira-kira 1 mil (1,6 km), dengan ketinggian 128m (420 kaki).
David Livingstone, penjelajah Skotlandia, mengunjungi danau ini pada 1855 dan menamakannya atas nama Ratu Victoria, sedangkan nama lokalnya adalah Mosi-oa-Tunya, "asap menggelegar." Air terjun ini merupakan bagian dari dua taman nasional, Mosi-oa-Tunya National ParkVictoria Falls National Park di Zimbabwe, dan juga Situs Warisan DuniaUNESCO. Air terjun ini merupakan obyek wisata utama di Afrika Selatan. di Zambia dan
 

Mosi-oa-Tunya / Air Terjun 
 
Victoria*
Situs Warisan Dunia UNESCO

Air Terjun Victoria dengan jembatan pengubung antarngarai, tebing dalam merupakan daerah Zambia, sedangkan tebing luar merupakan daerah Zimbabwe

Tujuh Keajaiban Dunia

Tujuh Keajaiban Dunia Kuno
Tujuh Keajaiban Dunia biasanya menunjuk ke Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Pencetus awal daftar ini adalah Antipater Sidon, yang membuat daftar struktur dalam sebuah puisi (sekitar 140 SM).
"Aku telah melihat tembok Babilonia yang agung yang di atasnya terbentang jalanan untuk kereta-kereta perang, dan patung Zeus di Alfeus, dan taman-taman gantung, dan Kolosus Matahari, dan karya besar yang membangun piramida-piramida tinggi, serta kuburan yang besar dari Mausolus; namun ketika aku melihat rumah Artemis yang menjulang ke awan-awan, yang lain itu semuanya kehilangan keindahannya, dan aku berkata, 'Tengoklah, selain Olympus, Matahari tidak pernah lagi melihat apapun yang sedemikian agung.'" (Antipater, Greek Anthology IX.58)
Sejarawan Herodotus, orang pintar Callimachus dari Kirene (kira-kira 305 SM - 240 SM), teknisi Filon dari Bizantium telah membuat daftar yang lebih awal namun tulisan-tulisan ini tidak ada yang terselamatkan, kecuali hanya sebagai referensi.

Enam set Tujuh Kejaiban

Ada beberapa pertentangan di antara sumber mengenai Tujuh Keajaiban Dunia, dan dengan alasan yang cukup baik. Setiap zaman telah menambah beberapa pencapaian dan penemuan, memberikan kita banyak keajaiban untuk dilihat dan dikagumi. Banyak orang beranggapan ada enam set Keajaiban Dunia.
  1. Keajaiban Dunia Kuno
  2. Keajaiban Dunia Pertengahan
  3. Keajaiban Dunia Alami
  4. Keajaiban Dunia Bawah Air
  5. Keajaiban Dunia Modern
  6. 7 Keajaiban Dunia Baru

Keajaiban Dunia Kuno

Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, dengan Pharos Aleksandria, berasal dari zaman Pertengahan. Menurut daftar Antipater tertulis Tembok Babylon dan bukan menara lampu. Dalam urutan sesuai huruf:
  1. Colossus Rodos — patung Helios yang sangat besar, dibuat sekitar tahun 292280 SM oleh Chures, sekarang Yunani.
  2. Taman Gantung Babilonia — dibuat oleh Nebukadnezar II, sekitar abad ke-8 SMabad ke-6 SM, sekarang Irak.
  3. Mausoleum Mausolus — makam Mausolus, satrap Persia, Caria, dibuat pada tahun 353351 SM, di kota Halicarnassus, sekarang Bodrum, Turki.
  4. Mercusuar Iskandariyah — mercusuar dibangun sekitar tahun 270 SM di pulau Pharos dekat Alexandria pada masa pemerintahan Ptolemeus II oleh arsitek Yunani Sostratus, sekarang Mesir.
  5. Piramida Giza — dipakai sebagai makam untuk firaun Mesir Khufu, Khafre, dan Menkaure, sekarang Mesir. Dibangun pada dinasti ke-4 Mesir (sekitar 2575– sekitar 2465 SM)
  6. Patung Zeus — berada di Olympia, dipahat oleh pemahat Yunani Fidias, kira-kira 457 SM sekarang Yunani.
  7. Kuil Artemis550 SM, di Efesus, sekarang Turki.
Dua dari masing-masing keajaiban dunia sekarang berada di wilayah Yunani, Mesir, dan Turki, dan satu berada di Irak. Satu satunya keajaiban dunia kuno yang masih bertahan adalah pembuatan pertama, Piramid Giza. Keajaiban dunia kuno yang berumur paling pendek adalah Colossus of Rhodes, yang hanya bertahan selama 56 tahun sebelum dihancurkan oleh gempa bumi. Ada beberapa perdebatan tentang apakah Taman Gantung Babilonia pernah dibangun.

[sunting] Keajaiban Dunia Pertengahan

Setelah keruntuhan peradaban kuno, ingatan akan keajaiban dunia kuno yang hancur perlahan menghilang. Kaum cerdik-pandai dan filsuf meninjau ulang dan menulis kembali daftar keajaiban, menghilangkan yang lama dan menggantikannya dengan "yang baru dibuat" sementara kisah mereka menyebar. Setelah beberapa abad sebuah konsensus muncul dalam bentuk daftar Tujuh Keajaiban Pikiran Pertengahan:
  1. Katakombe Kom el Shoqafa
  2. Colosseum
  3. Tembok Besar China
  4. Hagia Sophia
  5. Menara miring Pisa
  6. Menara porselen Nanjing (Nanjing, Cina)
  7. Stonehenge (Skotlandia, Britania Raya)

Keajaiban alam

Sama dengan daftar keajaiban dunia lainnya, tidak ada kesepakatan akan daftar tentang keajaiban alam dunia. Salah satu dari daftar keajaiban dunia alami disusun oleh CNN:[1]
  1. Grand Canyon
  2. Great Barrier Reef
  3. Pelabuhan Rio de Janeiro
  4. Mount Everest
  5. Northern Lights
  6. Volkano Paricutín
  7. Air terjun Victoria

Keajaiban bawah air

Meskipun keajaiban dunia bawah laut adalah keajaiban dunia alami dan tidak dibuat oleh manusia; keajaiban di bawah ini bisa berada di dalam laut, di bawah permukaan laut, atau dikelilingi oleh perairan.
  1. Karang Penghalang Belize
  2. Deep-Sea Vents
  3. Kepulauan Galapagos
  4. Karang Penghalang Besar
  5. Danau Baikal
  6. Laut Merah Utara
  7. Palau

[sunting] Keajaiban modern

Banyak orang sudah menyusun daftar Keajaiban dunia modern (Sekarang). Daftar yang paling umum adalah:
  1. Terowongan Channel (Britania Raya dan Perancis)
  2. Menara CN (Toronto, Kanada)
  3. Empire State Building (New York, Amerika Serikat)
  4. Jembatan Golden Gate (San Francisco, AS)
  5. Dam Itaipu (Brazil dan Paraguay)
  6. Delta Works (Belanda)
  7. Terusan Panama (Panama)

7 Keajaiban baru

Sebuah projek tentang 7 keajaiban dunia secara luas. Pada tanggal 7 Juli 2007 terpilih 7 Keajaiban dunia baru dengan suara terbanyak[2] yaitu:
Keajaiban Simbol Lokasi Gambar
Tembok Besar Tiongkok Perlindungan, Terus Menerus Flag of the People's Republic of China.svg Republik Rakyat Cina Tembok Besar di musim dingin
Petra Teknik, Perlindungan Flag of Jordan.svg Jordan Keindahan Petra
Patung Kristus Penebus Penerimaan, Keterbukaan Flag of Brazil.svg Rio de Janeiro, Brazil Patung Kristus penebus di Rio de Janeiro
Machu Picchu Komunitas, Dedikasi Flag of Peru.svg Cuzco, Perú Pemandangan Machu Picchu
Chichén Itzá Pemujaan, Ilmu Pengetahuan Flag of Mexico.svg Yucatán, Mexico El Castillo sedang dikunjungi oleh para turis
Colosseum Kesenangan, Penderitaan Flag of Italy.svg Roma, Italy The Colosseum saat matahari terbenam: bagian luar yang terbaik untuk dilihat
Taj Mahal Cinta, Hasrat Flag of India.svg Agra, India Taj Mahal
Piramid Giza
(Kandidat Kehormatan, karena satu-satunya dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang masih ada)
Tidak Punah, Keabadian Flag of Egypt.svg Kairo, Mesir Pyramide Kheops

[sunting] Finalis 7 Keajaiban Dunia Baru

21 finalis[3], disusun secara alfabet dan dengan simbol yang diasosiasikan adalah:
Keajaiban Simbol Lokasi Gambar
Acropolis Peradaban, Demokrasi Flag of Greece.svg Athena, Yunani Acropolis, dilihat dari sisi barat bukit Pnyx
Alhambra Harga Diri, Dialog Flag of Spain.svg Granada, Spanyol Pemandangan Alhambra dari Mirador St Nicolas di Albaycin, Granada
Angkor Wat Keindahan, Suaka Flag of Cambodia.svg Angkor, Kamboja Pintu Utama Candi, dilihat dari bagian timur Pintu Naga
Chichen Itza Pemujaan, Ilmu Pengetahuan Flag of Mexico.svg Yucatán, Mexico El Castillo sedang dikunjungi oleh para turis
Patung Kristus Penebus Penerimaan, Keterbukaan Flag of Brazil.svg Rio de Janeiro, Brazil Patung Kristus penebus di Rio de Janeiro
Colosseum Kesenangan, Penderitaan Flag of Italy.svg Roma, Italy The Colosseum saat matahari terbenam: bagian luar yang terbaik untuk dilihat
Moai Misteri, Keluarbiasaan Flag of Chile.svg Pulau Paskah, Chili Rano Raraku Moai
Menara Eiffel Tantangan, Kemajuan Flag of France.svg Paris, Perancis Menara eiffel saat matahari terbit dilihat dari trocadero
Tembok Besar Tiongkok Perlindungan, Terus Menerus Flag of the People's Republic of China.svg Republik Rakyat Cina Tembok Besar di musim dingin
Hagia Sophia Keyakinan, Penghormatan Flag of Turkey.svg Istanbul, Turki Sophia
Biara Kiyomizu Kejelasan, Ketenangan Flag of Japan.svg Kyoto, Jepang Kiyomizu-dera
Kremlin, Lapangan Merah, dan Katedral Saint Basil Pertahanan, Simbolik Flag of Russia.svg Moskow, Rusia Moscow Kremlin, dilihat dari Balchug
Katedral Saint Basil dan Menara Spasskaya Moscow Kremlin di Lapangan Merah Moskow
Machu Picchu Komunitas, Dedikasi Flag of Peru.svg Cuzco, Perú Pemandangan Machu Picchu
Istana Neuschwanstein Fantasi, Khayalan Flag of Germany.svg Füssen, Jerman Neuschwanstein dilihat dari Marienbrücke
Petra Teknik, Perlindungan Flag of Jordan.svg Jordan Keindahan Petra
Piramid Giza Ketidakpunahan, Keabadian Flag of Egypt.svg Kairo, Mesir Pyramide Kheops
Patung Liberty Kemurahan hati, Harapan Flag of the United States.svg New York City, Amerika Serikat Patung Liberty danPulau Liberty

[sunting] Pranala luar

Tujuh Keajaiban Dunia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Tujuh Keajaiban Dunia Kuno
Tujuh Keajaiban Dunia biasanya menunjuk ke Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Pencetus awal daftar ini adalah Antipater Sidon, yang membuat daftar struktur dalam sebuah puisi (sekitar 140 SM).
"Aku telah melihat tembok Babilonia yang agung yang di atasnya terbentang jalanan untuk kereta-kereta perang, dan patung Zeus di Alfeus, dan taman-taman gantung, dan Kolosus Matahari, dan karya besar yang membangun piramida-piramida tinggi, serta kuburan yang besar dari Mausolus; namun ketika aku melihat rumah Artemis yang menjulang ke awan-awan, yang lain itu semuanya kehilangan keindahannya, dan aku berkata, 'Tengoklah, selain Olympus, Matahari tidak pernah lagi melihat apapun yang sedemikian agung.'" (Antipater, Greek Anthology IX.58)
Sejarawan Herodotus, orang pintar Callimachus dari Kirene (kira-kira 305 SM - 240 SM), teknisi Filon dari Bizantium telah membuat daftar yang lebih awal namun tulisan-tulisan ini tidak ada yang terselamatkan, kecuali hanya sebagai referensi.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Enam set Tujuh Kejaiban

Ada beberapa pertentangan di antara sumber mengenai Tujuh Keajaiban Dunia, dan dengan alasan yang cukup baik. Setiap zaman telah menambah beberapa pencapaian dan penemuan, memberikan kita banyak keajaiban untuk dilihat dan dikagumi. Banyak orang beranggapan ada enam set Keajaiban Dunia.
  1. Keajaiban Dunia Kuno
  2. Keajaiban Dunia Pertengahan
  3. Keajaiban Dunia Alami
  4. Keajaiban Dunia Bawah Air
  5. Keajaiban Dunia Modern
  6. 7 Keajaiban Dunia Baru

[sunting] Keajaiban Dunia Kuno

Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, dengan Pharos Aleksandria, berasal dari zaman Pertengahan. Menurut daftar Antipater tertulis Tembok Babylon dan bukan menara lampu. Dalam urutan sesuai huruf:
  1. Colossus Rodos — patung Helios yang sangat besar, dibuat sekitar tahun 292280 SM oleh Chures, sekarang Yunani.
  2. Taman Gantung Babilonia — dibuat oleh Nebukadnezar II, sekitar abad ke-8 SMabad ke-6 SM, sekarang Irak.
  3. Mausoleum Mausolus — makam Mausolus, satrap Persia, Caria, dibuat pada tahun 353351 SM, di kota Halicarnassus, sekarang Bodrum, Turki.
  4. Mercusuar Iskandariyah — mercusuar dibangun sekitar tahun 270 SM di pulau Pharos dekat Alexandria pada masa pemerintahan Ptolemeus II oleh arsitek Yunani Sostratus, sekarang Mesir.
  5. Piramida Giza — dipakai sebagai makam untuk firaun Mesir Khufu, Khafre, dan Menkaure, sekarang Mesir. Dibangun pada dinasti ke-4 Mesir (sekitar 2575– sekitar 2465 SM)
  6. Patung Zeus — berada di Olympia, dipahat oleh pemahat Yunani Fidias, kira-kira 457 SM sekarang Yunani.
  7. Kuil Artemis550 SM, di Efesus, sekarang Turki.
Dua dari masing-masing keajaiban dunia sekarang berada di wilayah Yunani, Mesir, dan Turki, dan satu berada di Irak. Satu satunya keajaiban dunia kuno yang masih bertahan adalah pembuatan pertama, Piramid Giza. Keajaiban dunia kuno yang berumur paling pendek adalah Colossus of Rhodes, yang hanya bertahan selama 56 tahun sebelum dihancurkan oleh gempa bumi. Ada beberapa perdebatan tentang apakah Taman Gantung Babilonia pernah dibangun.

[sunting] Keajaiban Dunia Pertengahan

Setelah keruntuhan peradaban kuno, ingatan akan keajaiban dunia kuno yang hancur perlahan menghilang. Kaum cerdik-pandai dan filsuf meninjau ulang dan menulis kembali daftar keajaiban, menghilangkan yang lama dan menggantikannya dengan "yang baru dibuat" sementara kisah mereka menyebar. Setelah beberapa abad sebuah konsensus muncul dalam bentuk daftar Tujuh Keajaiban Pikiran Pertengahan:
  1. Katakombe Kom el Shoqafa
  2. Colosseum
  3. Tembok Besar China
  4. Hagia Sophia
  5. Menara miring Pisa
  6. Menara porselen Nanjing (Nanjing, Cina)
  7. Stonehenge (Skotlandia, Britania Raya)

[sunting] Keajaiban alam

Sama dengan daftar keajaiban dunia lainnya, tidak ada kesepakatan akan daftar tentang keajaiban alam dunia. Salah satu dari daftar keajaiban dunia alami disusun oleh CNN:[1]
  1. Grand Canyon
  2. Great Barrier Reef
  3. Pelabuhan Rio de Janeiro
  4. Mount Everest
  5. Northern Lights
  6. Volkano Paricutín
  7. Air terjun Victoria

[sunting] Keajaiban bawah air

Meskipun keajaiban dunia bawah laut adalah keajaiban dunia alami dan tidak dibuat oleh manusia; keajaiban di bawah ini bisa berada di dalam laut, di bawah permukaan laut, atau dikelilingi oleh perairan.
  1. Karang Penghalang Belize
  2. Deep-Sea Vents
  3. Kepulauan Galapagos
  4. Karang Penghalang Besar
  5. Danau Baikal
  6. Laut Merah Utara
  7. Palau

[sunting] Keajaiban modern

Banyak orang sudah menyusun daftar Keajaiban dunia modern (Sekarang). Daftar yang paling umum adalah:
  1. Terowongan Channel (Britania Raya dan Perancis)
  2. Menara CN (Toronto, Kanada)
  3. Empire State Building (New York, Amerika Serikat)
  4. Jembatan Golden Gate (San Francisco, AS)
  5. Dam Itaipu (Brazil dan Paraguay)
  6. Delta Works (Belanda)
  7. Terusan Panama (Panama)

[sunting] 7 Keajaiban baru

Sebuah projek tentang 7 keajaiban dunia secara luas. Pada tanggal 7 Juli 2007 terpilih 7 Keajaiban dunia baru dengan suara terbanyak[2] yaitu:
Keajaiban Simbol Lokasi Gambar
Tembok Besar Tiongkok Perlindungan, Terus Menerus Flag of the People's Republic of China.svg Republik Rakyat Cina Tembok Besar di musim dingin
Petra Teknik, Perlindungan Flag of Jordan.svg Jordan Keindahan Petra
Patung Kristus Penebus Penerimaan, Keterbukaan Flag of Brazil.svg Rio de Janeiro, Brazil Patung Kristus penebus di Rio de Janeiro
Machu Picchu Komunitas, Dedikasi Flag of Peru.svg Cuzco, Perú Pemandangan Machu Picchu
Chichén Itzá Pemujaan, Ilmu Pengetahuan Flag of Mexico.svg Yucatán, Mexico El Castillo sedang dikunjungi oleh para turis
Colosseum Kesenangan, Penderitaan Flag of Italy.svg Roma, Italy The Colosseum saat matahari terbenam: bagian luar yang terbaik untuk dilihat
Taj Mahal Cinta, Hasrat Flag of India.svg Agra, India Taj Mahal
Piramid Giza
(Kandidat Kehormatan, karena satu-satunya dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno yang masih ada)
Tidak Punah, Keabadian Flag of Egypt.svg Kairo, Mesir Pyramide Kheops

[sunting] Finalis 7 Keajaiban Dunia Baru

21 finalis[3], disusun secara alfabet dan dengan simbol yang diasosiasikan adalah:
Keajaiban Simbol Lokasi Gambar
Acropolis Peradaban, Demokrasi Flag of Greece.svg Athena, Yunani Acropolis, dilihat dari sisi barat bukit Pnyx
Alhambra Harga Diri, Dialog Flag of Spain.svg Granada, Spanyol Pemandangan Alhambra dari Mirador St Nicolas di Albaycin, Granada
Angkor Wat Keindahan, Suaka Flag of Cambodia.svg Angkor, Kamboja Pintu Utama Candi, dilihat dari bagian timur Pintu Naga
Chichen Itza Pemujaan, Ilmu Pengetahuan Flag of Mexico.svg Yucatán, Mexico El Castillo sedang dikunjungi oleh para turis
Patung Kristus Penebus Penerimaan, Keterbukaan Flag of Brazil.svg Rio de Janeiro, Brazil Patung Kristus penebus di Rio de Janeiro
Colosseum Kesenangan, Penderitaan Flag of Italy.svg Roma, Italy The Colosseum saat matahari terbenam: bagian luar yang terbaik untuk dilihat
Moai Misteri, Keluarbiasaan Flag of Chile.svg Pulau Paskah, Chili Rano Raraku Moai
Menara Eiffel Tantangan, Kemajuan Flag of France.svg Paris, Perancis Menara eiffel saat matahari terbit dilihat dari trocadero
Tembok Besar Tiongkok Perlindungan, Terus Menerus Flag of the People's Republic of China.svg Republik Rakyat Cina Tembok Besar di musim dingin
Hagia Sophia Keyakinan, Penghormatan Flag of Turkey.svg Istanbul, Turki Sophia
Biara Kiyomizu Kejelasan, Ketenangan Flag of Japan.svg Kyoto, Jepang Kiyomizu-dera
Kremlin, Lapangan Merah, dan Katedral Saint Basil Pertahanan, Simbolik Flag of Russia.svg Moskow, Rusia Moscow Kremlin, dilihat dari Balchug
Katedral Saint Basil dan Menara Spasskaya Moscow Kremlin di Lapangan Merah Moskow
Machu Picchu Komunitas, Dedikasi Flag of Peru.svg Cuzco, Perú Pemandangan Machu Picchu
Istana Neuschwanstein Fantasi, Khayalan Flag of Germany.svg Füssen, Jerman Neuschwanstein dilihat dari Marienbrücke
Petra Teknik, Perlindungan Flag of Jordan.svg Jordan Keindahan Petra
Piramid Giza Ketidakpunahan, Keabadian Flag of Egypt.svg Kairo, Mesir Pyramide Kheops
Patung Liberty Kemurahan hati, Harapan Flag of the United States.svg New York City, Amerika Serikat Patung Liberty danPulau Liberty